ShareThis

Kamis, 16 November 2017

Perjalanan ke Amerika dan Koper yang Tertahan.

Sebetulnya kita sama sekali nggak ada rencana ke Amerika, tapi karena bulan Agustus kemarin kita ketemu saudara kita yang datang dari Amerika dan ngundang kita ke sana, kita coba nekad untuk apply visa Amerika. Dalam 2 minggu kita urus visa ke Amerika dan diterima, setelah itu kita langsung pesen tiket ke sana^^
Terharu sebetulnya karena kita nggak nyangka bisa dapet visa ke Amerika, konon menurut kata orang-orang susah banget untuk bisa dapetin visa Amerika. Jadi di akhir Agustus setelah kita pulang dari Bangkok - Hongkong, langsung di awal september kita apply visa untuk Amerika. Bulan depannya, bulan Oktober kita langsung berangkat ke Amerika. Sama sekali nggak nyangka!!! Jadi buat beberapa post ke depan ini kita akan cerita pengalaman kita selama di Amerika.

Di post ini kita cerita tentang pengalaman kita terbang dari Indonesia ke Amerika

Kita berangkat dari terimal 3 di Soekarno Hatta Bandara International. Pesawat kita jam 09.05, kita berangkat dari rumah lebih awal karena kita khawatir terjebak macet. Pesawat yang kita gunakan adalah China Southern Airlines, harga tiketnya sekitar 11 juta untuk pulang pergi, harga yang paling murah saat kita booking melalui Traveloka dan yang paling cepat juga karena transitnya cuma 4 jam 50 menit. Kita nggak mau transit lama-lama takut capek di jalan, ada yang transitnya sampai 11 jam >.<

Kita naik dari bandara di Terminal 3. Sebelum berangkat kita makan dulu di Sate Khas Senayan.

Untuk ke Amerika, kita harus transit di negara lain terlebih dahulu (nggak bisa langsung). Karena kita naik China Southern Airline, kita transit dulu di Guang Zhou sekitar 4 jam. Untuk perjalanan dari Jakarta ke Guang Zhou memakan waktu 5 jam. Di pesawat pertama kita nggak disediakan TV pribadi di setiap tempat duduk. Hanya ada beberapa TV di depan, jadi filmnya sudah disediakan nggak bisa dipilih dan agak susah juga lihatnya. Untung pesawatnya on time (nggak delay). Nah, di pesawatnya ini kita menunggu agak lama selama 1 jam. Karena pesawatnya harus mengantri dengan pesawat lain untuk menggunakan landasan terbang.

Disediakan makanan juga dengan dua pilihan, mau ayam atau daging sapi. Untuk menu makanan China Southern Airline ini menurut kita lumayan ok. Pramugarinya juga cukup ramah.

Saat tiba di Bandara Udara Guangzhou Baiyun International Airport.
Bandaranya lumayan besar, tapi sayangnya makanan dan minuman di sini termasuk mahal. Harga satu gelas kopi bisa mencapai Rp.100.000-an. Nggak terlalu banyak toko-toko, mungkin karena sudah di dalam ruangan tunggu, rata-rata tokonya menjual minuman keras. Di sini disediakan free Wi-Fi dari pihak bandara, tapi Wi-Finya agak lambat dan sering mati. Berbeda dengan bandara Hong Kong yang free Wi-Finya cepat dan juga banyak banget toko-toko untuk kita belanja seperti di dalam mall. Untuk transit, nggak perlu khawatir dengan bagasi karena semua sudah diatur sama pihak airlinenya. Kita cuma perlu bawa hand carry baggage dan tanya ke petugas harus ke ruangan mana.

Karena restaurantnya nggak terlalu banyak, kita juga nggak bisa milih-milih. Akhirnya karena lapar kita makan di Oak Tree Cafe. Kita sengaja tukar uang China dari Indonesia agar kita bisa makan di Airport Guang Zhou.
Makanannya lumayan enak, walaupun rasanya agak berbeda dari Chinese food Indonesia. :D
Kita pesan tiga makanan, totalnya adalah 154 RMB. Cukup mahal juga >.<

Petualangan selanjutnya adalah berangkat dari Guangzhou ke Amerika. Pesawatnya besar karena penumpangnya juga lumayan banyak. Kita disediakan selimut, bantal, dan juga ada TV dengan banyak film menarik. Dari Guangzhou ke New York (JFK)-John F Kennedy perjalanannya selama 14 jam. Kita berangkat dari pukul 19.30 (waktu Guang Zhou) dan sampai pukul 22.30 (waktu New York). Kalau perjalanan jauh seperti ini kita rekomen untuk beli bantal yang untuk travelling. Sangat membantu untuk tidur, haha. Kalau enggak pasti kepala kita sudah pegal. Yang bawa bantal ini cuma Ai Ni, akhirnya waktu transit di Guang Zhou, Eve memutuskan juga untuk beli bantal tidur. Di Guang Zhou harga barangnya mahal-mahal, kita beli bantal ini dengan harga CNY108.
Di dalam pesawat, kita tidur, movie marathon, dan makan. LOL.
Waktu jam 05.00 pagi (waktu China) kita lihat ke jendela langitnya masih terang. Terus kemudian kita ketiduran lagi, pas bangun jam 07.00 pagi (waktu China) tiba-tiba langitnya sudah gelap. Padahal sebenernya pengen nungguin gimana caranya langitnya bisa berubah, tapi kita malah ketiduran hehe.
Kita sampai di New York sekitar pukul 22.00 (waktu New York). Dilihat dari atas kota New York terangggg sekali. Banyak lampu dan rapi. Sejauh ini, ini negara paling terang yang pernah kita lihat kalau dari pesawat:D

Setelah sampai di John F Kennedy International Airport, bagian imigrasinya sudah nggak lagi pakai tenaga manusia. Kita juga nggak perlu mengisi kartu imigrasi apapun lagi. Kita langsung diarahkan ke mesin. Di sana kita scan sendiri passport kita, foto sendiri, kemudian keluar satu kertas. Setelah itu baru kita bawa kertas ini ke petugasnya. Antriannya jadi jauh lebih cepat. Cuma karena ini pertama kalinya kita pakai mesin jadi agak bingung. Banyak juga orang yang kebingungan dan di sana nggak ada petugas yang membantu. Tapi di mesinnya ada arahan yang jelas, jadi kalau dibaca pelan-pelan pasti bisa mengerti caranya, hehe.

Lalu kita langsung ke bagian pengambilan bagasi. Kita bawa 4 koper, 3 koper kecil, dan 1 koper besar. Ada sedikit masalah dengan bagasi kita. Setelah sekitar setengah jam menunggu bagasi, koper kita yang paling besar nggak muncul-muncul. Kita mulai panik, karena semua koper sudah keluar tapi koper kita tetap nggak ada. Kita tanya ke petugas di sana dan diarahkan ke loket kehilangan bagasi. Kita sebenernya sudah sering dengar banyak teman kita yang bagasinya nyasar atau hilang tapi baru kali ini kita mengalami sendiri.

Nah kita buat sedikit kesalahan di sini. Di sini Eve dan mama pergi ke loket untuk claim lost baggage, tapi Ai Ni bawa koper yang lainnya keluar untuk ketemu saudara kita, supaya saudara kita nggak bingung karena kita nggak keluar-keluar. Waktu kita sampai di loketnya, kita ditanya koper yang mana yang hilang. Kita harus cek nomor serinya dari kertas bagasi yang pertama kali di kasih saat kita check in di bandara. Karena semua kopernya sudah di bawa Ai Ni keluar kita langsung bingung gimana cara ceknya. Di sana juga nggak ada free wifi dan nomor kita nggak aktif di Amerika. Untung petugas di sana baik dan ramah. Jadi petugasnya keluar dengan mama untuk cek nomor seri dari koper kita yang hilang kemudian si petugas langsung masuk lagi. Setelah isi form untuk claim lost baggage, Eve langsung bisa pulang. Nanti petugas akan mencari keberadaan koper kita dan kopernya akan diantarkan ke tempat kita tinggal selama di Amerika dalam waktu 1-2 hari. Petugasnya ramah-ramah, sebelum pulang ada satu petugas yang bilang "Enjoy your time in New York!"

Nggak sampai satu jam kemudian, ada yang telepon dari pihak bandara yang mengabarkan koper kita ternyata masih ada di Guang Zhou (tempat kita transit). Koper kita dicurigai ada barang terlarang yang tidak boleh masuk ke Amerika. Dan karena dikunci, koper kita nggak bisa dibuka sama petugas, maka itu koper kita ditahan. Padahal isinya di sana semuanya hanya baju. Koper yang isinya makanan dan oleh-oleh malah tidak tertahan dan bisa sampai dengan selamat. Kita dikirimin email yang mengharuskan untuk mengisi form tentang kesediaan kita mengizinkan petugas membuka dan mengecek isi koper, beserta no pin dari gembok kita. Setelah itu dalam waktu 1-2 hari koper kita akan dikirim ke alamat kita.

Kata Om kita, kalau mereka travel dari Indonesia ke Amerika mereka nggak pernah kunci atau gembok kopernya. Jadi petugas bisa langsung mengecek isi koper kita dan nggak ditahan. Selama ini kan kita kalau berpergian keluar selalu gembok serapat-rapatnya koper kita, haha.

Akhirnya dalam 2-3 hari koper kita sampai ke tempat tinggal kita di Amerika (langsung dikirim ke rumah). Saat kita cek nggak ada barang yang hilang, dan di dalam koper ditemukan satu lembar surat seperti ini. Kita bingung karena kita nggak bawa Power Bank.
Beberapa hari kemudian, Ai Ni sadar bahwa baterai kamera Ai Ni hilang. Agak sedih juga karena harga baterai kamera cadangan lumayan mahal >.< Tapi setidaknya barang lain nggak hilang dan kita sampai di Amerika dengan selamat^^

Dan ini rumah yang kita tempati selama kita tinggal di Amerika :D

Buat yang pengen denger petualangan kita di Amerika, please stay tuned! :D Atau yang nggak sabar bisa cek Instagram kita di sini^^

Selasa, 31 Oktober 2017

Review Softlens Eos Milky Choco



Review Softlens Eos Milky Choco:
Ringan dan nyaman dipakai
Pembesaran bola mata tidak terlalu terlihat
Warna cokelat dan natural
• Diameter: 14,2mm
• Kadar air: 38%
• Masa penggunaan: 1 tahun
• Made in Korea


Warna softlensnya cokelat agak orange.
Ini hasil pemakaiannya. Aku belum sempet foto before afternya >.< Tapi untuk pembesaran bola matanya sama sekali hampir tidak terlihat. Warna dari design ini juga sangat natural seperti orang yang punya mata cokelat :)

Karena efek softlens ini memang natural, jadi hasilnya juga natural, nggak terlihat seperti kamu menggunakan softlens apa pun.

Kesimpulan:
Kali ini kita review softlens lagi dari https://www.instagram.com/gitageo. 
Softlens Eos Milky Choco ini nggak seperti softlens yang kita sering pakai pada umumnya karena warnanya natural banget. Warna cokelat dengan pembesaran mata yang tidak terlalu signifikan. Kita punya temen yang matanya cokelat, jadi waktu Softlens Eos Milky Choco dipakai, efeknya sama seperti mata teman kita itu karena memang softlens ini benar-benar natural dan seperti tidak memakai softlens sama sekali, kecuali di tempat yang terang baru terlihat lebih jelas.

Kalau kamu pengen cobain Softlens Eos Milky Choco bisa pesan di https://www.instagram.com/gitageo
Sms/wa 085328639423 pin bb 5C890789 Line @gitageo88


Softlens lain yang kamu bisa pesen dari  https://www.instagram.com/gitageo:

Softlens GEO Big Grang Grang Grey WHC-245 
Review di sini


Softlens EOS Belita Anuna Almond Grey
Review di sini


Softlens GEO Big Grang Grang Brown WHC 244
Review di sini 

Rabu, 18 Oktober 2017

Review Princess Pinky Twilight Reborn Series Gray + Diskon Code 50%

Review Princess Pinky Twilight Reborn Series:
• Warna sangat terang, vibrant, dan mencolok, seperti ada efek yang menyala gitu.
• Tekstur lembut dan nyaman dipakai.
• Design softlensnya mempunyai outer ring (lingkaran luar) sehingga membuat bola mata terlihat lebih vivid.
• Warnanya abu-abu, tapi saat dipakai warnanya terlihat abu-abu agak biru.
• Dia: 14.5mm
• Water content: 38%


Warna softlensnya terang banget dibanding softlens biasa yang kita pakai.

Before After:
Warna softlens yang dipakai adalah warna abu-abu, tapi setelah dipakai warnanya seperti campuran abu-abu kebiruan. Bagus untuk dipakai buat foto karena mata terlihat lebih terang dan 'eye-catching'.
Untuk pembesaran bola matanya, nggak terlalu bikin mata terlihat jadi besar.


Kesimpulan: 
Menurut kita softlens ini cocok untuk fotografi, drama, atau cosplay. Sedangkan untuk pemakaian sehari-hari softlens ini terlalu terang dan terlihat sangat berlebihan, kecuali kalau kamu pengen punya mata yang terlihat 'menyala ngeglow gitu' LOL. Kalau untuk kulit ngeglow kita suka, tapi kalau untuk mata bisa kelihatan agak serem. Apalagi pas ke kantor atau kuliah atau sekolah. Bisa-bisa kita dipelototin :P 
Produk ini kita dapet dari www.pinkyparadise.com, walaupun ordernya bukan dari Indonesia, tapi pengiriman cepet sekitar 1-2 minggu. 
Kamu juga bisa dapetin diskon 50% untuk pembelanjaan di www.pinkyparadise.com
dengan kode voucher: 50LOVELY berlaku sampai tanggal 31st Oct 17!
(Diskon tidak berlaku untuk: Sale items, Phantasee, Sclera series, and Toric lenses)


Apakah kamu suka softlens yang terang seperti ini? :D